Di episode terbaru Memasukkan Manusia ke dalam TeknologiSaya duduk bersama Aaron Perrott, Kepala Staf Teknologi di KTSLuntuk diskusi tentang AI, data, Manajemen Layanan TI, dan bagaimana para pemimpin teknologi dapat menggunakan keduanya untuk membuat keputusan yang lebih baik, mengurangi kebisingan, dan menciptakan sistem yang lebih tangguh.
Aaron memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang TI, mulai dari bagian layanan di NHS sebelum beralih ke pengembangan, database, arsitektur, dan desain ke dalam kepemimpinan eksekutif. Saat ini, sebagai CTO di KTSL, ia bekerja di titik temu antara masalah teknologi, operasi, dan bisnis — membantu organisasi memahami tidak hanya apa yang dapat dilakukan oleh teknologi, namun juga masalah apa yang sebenarnya harus dipecahkan.
Apa yang kami bahas
- Bagaimana KTSL mendekati AI dari waktu ke waktu — mulai dari membangun model seputar manajemen layanan dan data operasi TI lebih dari satu dekade lalu hingga kini menggunakan alat seperti Copilot dan Claude sehari-hari di seluruh bisnis.
- Dimana AI memberikan nilai praktis saat ini — termasuk analisis data tiket dan acara yang lebih cepat, penciptaan pengetahuan yang lebih baik, penyusunan dokumen dan tender yang lebih baik, dan penggunaan prompt untuk mempercepat pengembangan aplikasi.
- Mengapa pelatihan masih penting — terutama untuk tim non-teknis, di mana membuka manfaat dari AI sering kali bertujuan untuk menunjukkan kepada orang-orang cara menggunakan alat dengan benar dalam alur pekerjaan mereka.
- Bagaimana AI memperpendek jalur dari data ke tindakan — membantu organisasi mengidentifikasi insiden yang berulang, mengisolasi kualitas data yang buruk, menampilkan pola dengan lebih cepat, dan membangun kasus bisnis yang lebih jelas untuk otomatisasi dan peningkatan.
- AI yang dirantai dan sistem penyembuhan diri — di mana satu proses AI menyalurkan proses AI lainnya untuk menarik log, menganalisis kesalahan, menemukan artikel pengetahuan yang tepat, dan dalam beberapa kasus memicu perbaikan secara otomatis dengan pagar pembatas yang tepat sudah terpasang.
- Kepemimpinan, dasbor, dan pengambilan keputusan — mengapa pelaporan harus semakin bersifat real-time, bagaimana AI dapat menekan kebisingan, dan bagaimana para pemimpin dapat mengambil keputusan yang lebih baik secara lebih cepat dengan menyatukan beberapa titik data di satu tempat.
- DEX dan pengukuran pengalaman pengguna — bagaimana menganalisis perjalanan pengguna di dalam aplikasi dapat mengungkap titik-titik hambatan dan bahkan mendukung peningkatan UI yang cepat berdasarkan perilaku nyata.
- Akankah AI menggantikan kita? — Pandangan Aaron bahwa hal itu tidak akan terjadi, karena imajinasi, naluri, validasi, penilaian, dan empati manusia masih penting, bahkan ketika AI mengubah bentuk peran tingkat pemula dan teknis.
Mengapa percakapan ini penting
Jika Anda memimpin bidang teknologi, data, operasi, atau penyampaian layanan, percakapan ini adalah pengingat yang berguna bahwa nilai AI jarang datang dari sensasi semata. Hal ini dicapai dengan menerapkannya pada permasalahan operasional yang nyata: mengurangi upaya manual, meningkatkan kualitas keputusan, mengidentifikasi bagian mana yang mengalami kerusakan, dan menciptakan ruang bagi orang-orang untuk fokus pada pekerjaan yang bernilai lebih tinggi.
Aaron berbagi perspektif mendasar yang dibentuk oleh pengalaman praktis selama bertahun-tahun dalam manajemen layanan dan teknologi perusahaan. Dia berbicara secara terbuka tentang pentingnya pagar pembatas, batasan kualitas data yang buruk, dan alasan mengapa manusia masih harus terus mengikuti perkembangan – terutama ketika penilaian, aksesibilitas, perilaku, dan konteks pengguna penting.
Baik Anda seorang CIO, Direktur TI, Kepala Layanan, pemimpin operasi, atau seseorang yang mencoba mencari tahu kesesuaian AI dalam suatu organisasi, ada banyak hal dalam diskusi ini yang dapat diterima.
Tonton episode selengkapnya
Terhubung dengan Harun
Jangan pernah melewatkan satu episode pun
Memasukkan Manusia ke dalam Teknologi adalah podcast untuk para pemimpin yang ingin menghilangkan hype dan fokus pada bagaimana teknologi dan data benar-benar memberikan hasil bagi masyarakat dan organisasi. Berlangganan di YouTube dan ikuti saya di LinkedIn agar Anda tidak ketinggalan percakapan selanjutnya.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.